Judul : Menumbuhkan Hobi untuk Anak
link : Menumbuhkan Hobi untuk Anak
Menumbuhkan Hobi untuk Anak
Menumbuhkan Hobi untuk Anak
Karya : Siti Putri Indriani
Hobi berasal dari kata serapan bahasa Inggris yaitu hobby. Pengertian hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang. Biasanya semua orang menghabiskan waktu luang (free time) untuk kebiasaan yang disukainya. Soetarlinah Sukadji (dalam Triatmoko, 2007) melihat arti istilah waktu luang dari tiga dimensi, yaitu:
1. Dilihat dari dimensi waktu, waktu luang dilihat sebagai waktu yang tidak digunakan untuk bekerja mencari nafkah, melaksanakan kewajiban, dan mempertahankan hidup.
2. Dari segi cara pengisian, waktu luang adalah waktu yang dapat diisi dengan kegiatan pilihan sendiri atau waktu yang digunakan dan dimanfaatkan sesuka hati.
3. Dari sisi fungsi, waktu luang adalah waktu yang dimanfaatkan sebagai sarana mengembangkan potensi, meningkatkan mutu pribadi, sebagai selingan hiburan, sarana rekreasi, sebagai kompensasi pekerjaan yang kurang menyenangkan, atau sebagai kegiatan menghindari sesuatu.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa waktu luang adalah waktu kosong yang bebas dilakukan oleh pribadi masing-masing sesuai dengan kebutuhannya. Namun, semua akan lebih baik jika waktu luang yang ada digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya.
Anak menggunakan waktu setiap harinya untuk sekolah, bagi yang sudah masuk sekolah dan bermain. Sedangkan untuk anak yang masih belum masuh sekolah, ia lantas tidak berdiam diri di rumah, namun tetap menjalankan aktivitas, biasanya anak mengggunakan waktunya untuk bermain. Permainan yang anak lakukan setiap hari jika dilakukan terus menerus kemudian dikembangkan akan menjadi suatu hobi baginya. Namun, akankah hobi itu akan bermanfaat bagi kehidupannya kelak atau tidak, semua tergantung apa yang dilakukan anak.
Oleh karena itu lebih baik jika anak diarahkan untuk menggunakan waktunya agar bermanfaat baik untuk hari itu juga, bahkan baik untuk masa depannya. Tidak dipungkiri banyak orang yang mendapatkan pekerjaan bukan dari gelar yang ia punya, namun dari hobi yang sangat disukainya sejak lama.
Hobi yang dapat orang tua arahkan untuk anak-anak antara lain:
1. Olahraga
Olahraga adalah aktivitas melatih tubuh, tubuh yang dilatih lebih banyak menggunakan fisik. Kebanyakan anak senang jika kegiatannya menggunakan fisik karena anak masih dalam kondisi senang bermain. Olahraga yang dapat dilakukan, misalnya sepak bola, basket, bersepeda, bulu tangkis, renang, dan sebagainya. Olahraga dominan membutuhkan lapangan sebagai tempat penunjangnya. Oleh sebab itu orang tua dapat membuat lapangan kecil untuk sang buah hati di halaman rumahnya.
Langkah awal yang harus dilakukan orang tua adalah menyiapkan alat pendukung aktivitas. Kemudian merencanakan aktivitas yang akan anak lakukan. Penulis mencoba merangkum alat dan aktivitas olahraga pada tabel di bawah ini:
No
|
Bidang Olahraga
|
Alat Pendukung
|
Aktivitas
|
1
|
Sepak bola
|
Bola
|
Olahraga sepak bola dapat dilakukan secara sederhana dengan anak belajar menendang bola dan mengejar bola menggunakan kaki.
|
2
|
Basket
|
Bola basket
|
Olahraga basket dapat dikenalkan kepada anak dari mulai anak dapat berjalan atau berlari menggunakan bola basket kecil dilengkapi dengan ring pendek yang sudah banyak beredar di pasaran. Orang tua dapat memasangnya di halaman rumah. Sehingga apabila anak beranjak dewasa semua peralatannya dapat diganti dengan bola basket besar dan ring tinggi.
|
3
|
Bersepeda
|
Sepeda
|
Setiap pagi pada hari libur keliling taman kota atau hanya di halaman rumah.
|
4
|
Bulu tangkis
|
Raket dan shuttlecock
|
Pada olahraga bulu tangkis anak harus ditemani karena olahraga ini dilakukan secara berpasangan.
|
5
|
Renang
|
Kolam renang
|
Jika tidak ada fasilitas kolam renang di rumah, maka ajaklah anak untuk renang di kolam renang umum, namun harus dengan bimbingan orang tua. Selain itu, tinggi kolam harus diperhatikan saat orang tua mengajak anak ke kolam renang.
|
2. Berjualan (Wirausaha)
Setiap hari anak akan minta untuk membeli makanan atau barang kesukaannya. Secara otomatis anak dikenalkan dengan proses jual beli, kewajiban penjual dan pembeli, dimana jika anak akan membeli sesuatu ia harus mempunyai uang, sehingga akhirnya uang diberikan kepada penjual dan penjual mendapatkan uang untuk mengganti makanan atau barangnya. Jika orang tua menginginkan anaknya menyukai kegiatan wirausaha maka ajarkan anak dengan membeli barang terlebih dahulu kemudian menjualnya ke teman-teman kelasnya. Barang yang bisa dijual misalnya, pensil, penghapus, jepitan rambut, dan lain sebagainya.
3. Menggambar
Semenjak anak bisa memegang pensil dan ia tahu cara penggunaannya, maka satu hal yang dapat anak lakukan adalah membuat coretan yang biasa disebut dengan menggambar. Namun, jika kebiasaan ini terus dilakukan dan dilatih maka akan menjadi hobi anak yang nantinya dapat bermanfaat. Misalnya, dengan mengikuti lomba-lomba menggambar hingga menjadi juara atau menjadi seniman, dan lain sebagainya. Alat yang digunakan minimalnya pensil, jika ada dilengkapi dengan pensil warna.
4. Menari
Tari merupakan gerakan tubuh yang menggunakan iringan musik. Banyak berbagai macam tarian yang dapat kita temukan, ada tari tradisional dan tari modern. Jika anak terlihat menyukai kegiatan menari, maka ketika orang tua tidak mampu melatih anaknya secara mandiri di rumah, bisa dilakukan dengan cara memasukkan ke sanggar-sanggar tari. Anak juga dapat belajar secara otodidak, dengan melihat video-video tarian.
5. Memainkan Alat Musik
Berbagai alat musik yang dimainkan dapat menjadi hobi anak. Pertama kenalkan anak dengan alat-alat musik yang ada, biarkan ia mengamati alatnya satu persatu. Hingga jika anak sudah mulai menyukai salah satu alatnya, maka siapkan alatnya di rumah.
6. Membaca
Membaca merupakan jendela dunia, maka dengan membaca kita akan tahu berbagai informasi dan mendapatkan pengetahuan baru. Anak jelas membutuhkan kegiatan membaca, maka siapkan buku-buku yang menarik untuk anak baca. Biarkan terlebih dahulu anak senang dengan buku, sehingga anak akan membacanya.
7. Membaca Al-Qur’an dan Menghafal Al-Qur’an
Membaca merupakan satu hal pertama yang Allah perintahkan, khususnya membaca Al-Qur’an. Orang tua berkewajiban mengajarkan anak-anaknya membaca Al-Qur’an. Ajarkan anak setiap hari hingga anak lancar membaca Al-Qur'an. Selain membaca, Al-Qur’an pun dianjurkan untuk dihafal bagi yang beragama Islam. Maka, sedikit demi sedikit temani anak menghafal Al-Qur’an, hingga jika sudah terbiasa, anak akan melakukannya secara mandiri.
8. Memelihara hewan atau tanaman
Makhluk di dunia ini tidak hanya manusia, ada makhluk lain yang sangat dibutuhkan manusia, ialah tumbuhan dan hewan. Jika anak menyukai salah satunya maka temani ia, mengurus hewan atau tanaman, membelikan buku mengenai pemeliharaan hewan atau tanaman, dan menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan. Karena jika berhasil hal ini akan menjadi pengalaman berharga bagi anak.
9. Memasak
Memasak biasa dilakukan oleh seorang ibu setiap harinya. Setiap pagi, siang, malam ibu harus menyiapkan makanan untuk keluarga. Orang tua adalah teladan utama anaknya, biasanya anak perempuan memiliki keinginan yang tinggi untuk membantu ibunya. Jika hal ini terjadi pada anak, maka turutilah, berikan ia alat-alat sederhana dengan bahan yang sama. Walaupun sedikit, anak akan menyukainya, hingga seteah dewasa bisa jadi anak tersebut dapat memasak dengan lezat bahkan membuka restaurant atau cafe.
Semua kegiatan di atas membutuhkan pengawasan yang intensif dari orang tua dan dukungan orang tua dapat membuka jalan anak menemukan hobinya hingga sukses di bidang yang anak gemari.
Referensi
Triatmoko (2007). Mengisi Celah Waktu Luang. [Online]. Diakses dari: http://ift.tt/2qqSdgG.
Demikianlah Artikel Menumbuhkan Hobi untuk Anak
Sekianlah artikel Menumbuhkan Hobi untuk Anak kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Menumbuhkan Hobi untuk Anak dengan alamat link https://datakerjapns.blogspot.com/2017/05/menumbuhkan-hobi-untuk-anak.html