Judul : Sekolah Krisis Guru Pendidikan Agama Islam. Rekrutmen Guru Agama Mendesak
link : Sekolah Krisis Guru Pendidikan Agama Islam. Rekrutmen Guru Agama Mendesak
Sekolah Krisis Guru Pendidikan Agama Islam. Rekrutmen Guru Agama Mendesak
fokuspendidikan.com -- Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.... Bapak/Ibu/Saudara-saudari dimanapun anda berada, jumpa lagi dengan kami pada situs informasi http://ift.tt/2qy3NHK menyajikan info Pendidikan, Guru, PNS, Honorer, CPNS, Gaji & Tunjangan. Berikut info tentang Sekolah Krisis Guru Pendidikan Agama Islam. Rekrutmen Guru Agama Mendesak....selengkapnya dibawah ini.....
Pendidikan agama tidak boleh diajarkan oleh orang yang bukan ahlinya.
JAKARTA - Sekolah-sekolah mengalami kekurangan guru agama Islam dalam jumlah yang cukup massif, mencapai 21 ribu guru di seluruh Indonesia. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendesak adanya rekruitmen guru agama baru, dan pembaruan kurikulum pendidikan agama. Dirjen Pendidikan Islam Kementeriam Agama, Kamaruddin Amin mengatakan bahwa pendidikan agama Islam di sekolah saat ini dihadapkan pada problem fundamental berupa kekurangan guru agama. Kekurangan guru agama Islam di sekolah sangat massif.
“Data kita, kira-kira sekitar 21 ribu kekurangan guru agama Islam di sekolah,” ujar Kamaruddin di Jakarta, Senin (3/7). Kondisi ini, lanjutnya, berpotensi menjadi problem mendasar. Sebab jika guru agama kurang, berarti pengajar agama di sekolah selama ini diambil dari pengajar-pengajar yang bukan ahli agama.
Hal itu bisa menjadi potensi masuknya pemahaman radikal dan intoleran. Menurut Kamaruddin, pendidikam agama tidak boleh diajarkan orang yang bukan ahlinya. Sebab, ketika guru agama diajarkan oleh yang bukan ahlinya, maka di situ ada potensi pemahaman keagamaan intoleran, potensi radikalisme, potensi missleading yang sangat besar.
“Pemahaman keagamaannya juga akan sangat tanggung,” terang Guru besar UIN Alauddin Makassar ini. Masalah kekurangan guru agama ini harus diatasi segera dan secara fundamental. Sebab, proses pembelajaran agama tidak mungkin menghasilkan out put bagus kalau guru ahlinya tidak ada, kurang, dan apalagi bersifat massif.
Menteri Agama, kata Kamaruddin sudah bersurat kepada Kemendagri, Kemendikbud, Gubernur dan Bupati di seluruh Indonesia, serta Kemenpan dan lembaga terkait untuk mengatasi persoalan kekurangan guru pendidikan agama Islam ini. Menurutnya, kalau masalah kekurangan guru ini dibiarkan, lanjut Kamaruddin, hal itu sangat berpotensi untuk dikapitalisasi pihak-pihak yang mempunyai agenda diseminasi ajaran agama yang radikal.
Sebab, jika agama diajarkan oleh mereka yang beraliran keras maka pendidikan agama di sekolah akan berkontribusi signifikan dalam penetrasi radikalisme. “Ini salah satu yang harus diwaspadai. Agama harus diajarkan oleh sarjana agama, bukan sarjana non agama,” tandasnya.
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Unifah Rosyidi mengungkapkan, bahwa kekurangan guru agama Islam memang benar adanya. “Iya itu benar, dan sebenarnya bukan hanya guru agama Islam saja, guru mata pelajatan lain juga mengalami kekurangan, terutama di SD,” jelas dia.
Diklat Profesi Guru
Secara terpisah, Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Muhdi mengatakan, Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) akan dilaksanakan Agustus hingga Oktober 2017 mendatang.
Namun, sebelum masuk ke kelas, para peserta diwajibkan mengikuti pra PLPG untuk dapat menunjang dan mempersiapkan peserta agar dapat lulus dpada PLPG yang memiliki standard lulus dengan nilai minimal 80. Menurut Muhdi, pembelajaran Pra-PLPG ini, peserta mendapat materi secara online didampingi para asesor untuk melakukan pendalaman materi-materi yang nanti diajarkan pada pelaksanaan PLPG.
Secara nasional total peserta PLPG 2017 yang diselenggarakan bagi guru yang belum disertifikasi sebanyak 52 ribu guru. Ke-52 guru tersebut akan mengikuti PLPG di sejumlah lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK), salah satunya di UPGRIS yang berjumlah sekitar 800-an peserta. “Setelah mengikuti PLPG, maka para guru harus lulus Ujian Tulis Nasional (UTN) dengan nilai minimal 80 (dari 100),” kata dia.
Jika dinyatakan tidak lulus UTN karena nilainya tidak mencapai 80, guru tersebut tidak bisa mengikuti PLPG untuk kedua kalinya karena PLPG hanya bisa diikuti satu kali. Namun ke depan peserta tetap bisa mengikuti UTN kembali. “Tetapi, saya dapat informasi dari Dirjen di Kemenristekdikti yang membidangi PLPG ini, tahun ini merupakan pelaksanaan PLPG yang terakhir,” ujarnya.
Adapun kegiatan prakondisi PLPG 2017 dengan moda daring dapat diakses melalui alamat website: sertifikasiguru.id, para calon peserta diwajibkan untuk membuat akun masing-masing di website ini dan mulai mencari kelas masing-masing sesuai dengan mata pelajaran yang akan disertifikasi.
Info selengkapnya klik DISINI.!
Demikian Info terkini terkait Sekolah Krisis Guru Pendidikan Agama Islam. Rekrutmen Guru Agama Mendesak. Tetap kunjungi situs kami di http://ift.tt/2qy3NHK Kami akan mengaupdate informasi anda yang aktual dan populer yang dilansir dari berbagai sumber yang terpercaya seputar Pendidikan, Guru, PNS, Honorer, CPNS, Gaji & Tunjangan. Apabila Info Ini bermanfaat tolong dibagikan. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Sumber: http://ift.tt/PmuGr7
Demikianlah Artikel Sekolah Krisis Guru Pendidikan Agama Islam. Rekrutmen Guru Agama Mendesak
Sekianlah artikel Sekolah Krisis Guru Pendidikan Agama Islam. Rekrutmen Guru Agama Mendesak kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Sekolah Krisis Guru Pendidikan Agama Islam. Rekrutmen Guru Agama Mendesak dengan alamat link https://datakerjapns.blogspot.com/2017/07/sekolah-krisis-guru-pendidikan-agama.html